Tampilkan postingan dengan label Tafsir Alquran - Hadist - Ijma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Alquran - Hadist - Ijma. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Mei 2017

3 Jenis Siksa Kubur Paling Menyakitkan untuk Manusia yang Melakukan Hal ini



youtube.com

  Yes  Muslim  - 
Percaya kepada hari akhir adalah bentuk iman kita atas kebenaran agama ini yaitu Islam Rahmatan Lil Alamin. Karena manusia tidak hidup untuk selamanya dan akan ada masa dimana jiwa berpisah dengan raga ketika malaikat maut datang untuk memisahkan.

Setelah fase itu, manusia akan masuk dalam masa penantian menunggu hari kiamat di alam kuburnya.

Meski belum ada surga dan neraka, namun di alam kubur jiwa manusia akan menerima balasan sesuai apa yang dilakukannya semasa hidup. Jika mereka adalah hamba yang taat mengerjakan amal kebaikan, maka alam kubur menjadi tempat penantian yang mudah.

Sebaliknya, alam kubur menjadi tempat menyakitkan bagi orang yang selama hidupnya melakukan keburukan. Azab dan siksaan yang diterima pun ada bermacam bentuk. Tiap bentuknya layaknya melakoni siksaan pedih di neraka. Lalu apa saja bentuk siksaan yang ada di dalam kubur. Berikut ulasannya.

1. Dipukul dengan Palu yang Terbuat dari Besi


Siksaan pertama yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW adalah pukulan dengan palu yang terbuat dari besi. Pukulan ini akan ditujukan dibagian wajah hingga jeritan mereka terdengar oleh penduduk bumi, kecuali jin dan manusia. Siksaan ini ditujukan kepada orang-orang yang mengingkari Allah SWT dan Rasul-Nya.

Rasulullah bersabda yang artinya: Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya“Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.”

Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu? Engkau tidak membaca?” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” [Muttafaqun ‘alaih]



2. Disempitkan Kuburnya

Siksa selanjutnya adalah disempit kan kuburnya. Siksaan ini ditujukan kepada orang yang meninggal dalam keadaan yang tidak membawa amal kebaikan apa-apa. Allah SWT kemudian menghimpit kuburnya dan akan didatangkan temannya dengan kondisi yang jelas dan buruk rupa.

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya.

Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’

Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’

Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’

Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’. [HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim]

3. Berbagai Siksaan Mengerikan 


Dosa-dosa selama menjalani hidup di dunia juga akan dibalas ketika sudah berada di alam kubur. Berbagai siksaan akan menimpa bagi mereka yang melakukan banyak dosa.

Seperti mulut yang robek, siksaan di sungai darah, serta siksaan berupa lemparan batu. Rasulullah SAW bertanya kepada Jibril dan Mikail tentang siksa-siksa tersebut,

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Alquran, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.”. [HR. Bukhari]

Demikian Tiga Bentuk Siksaan Kubur yang Menyakitkan. Semoga kita selalu terhindar dari bentuk tindakan buruk selama menjalani kehidupan di dunia. Sehingga saat berada di alam kubur menanti kiamat, kita berkumpul dengan orang-orang di sana yang bahagia.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Kamis, 11 Mei 2017

Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki Kepada Bughats... APA ITU ?

  Yes  Muslim  - BEGINILAH KEHIDUPAN AJAIB ANAK BURUNG GAGAK YANG BARU MENETAS






Seorang ulama dari Suriah bercerita ttg do'a yg selalu ia lantunkan.
Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini.

( ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﻛﻤﺎ ﺗﺮﺯﻕ ﺍﻟﺒﻐﺎﺙ )

"Allahummarzuqnaa kamaa tarzuqul bughats"

("Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kpd bughats.")
Apakah "bughats" itu...? 

Dan bagaimana kisahnya...?







"Bughats" anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut "bughats". Ketika sdh besar dia menjadi gagak (ghurab).
Apa perbedaan antara bughats & ghurab...?

Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.

Di saat induknya menyaksikanya, ia tdk terima itu anaknya, hingga ia tdk mau memberi makan dan minum, lalu hanya mengintainya dr kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yg baru menetas dr telur itu tdk mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.








Lalu bgmna ia makan dan minum...?


Allah Yang Maha Pemberi Rezeki yg menanggung rezekinya, karena Dialah yg tlh menciptakannya.
Allah menciptakan AROMA tertentu yg keluar dr tubuh anak gagak yg dpt mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, lalu ia pun memakannya...

Masya Allah...
Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sdh tumbuh.
Ketika itu barulah gagak mengetahui itu anaknya & ia pun mau memberi makannya hingga tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri.

Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga2 tdk berdatangan lagi ke sarangnya.
Dia-lah Allah, Ar Raziq, Yg Maha Penjamin Rezeki...

"Kamilah yg menjamin penghapusan (rezeki) di antara mereka dalam kehidupan di dunia ini." (QS. Az-Zukhruf : 32)
Rezekimu akan mendatangimu di mana pun engkau berada, selama engkau menjaga ketakwaanmu kepada Allah Swt.


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

Risau Masalah Rezeki ? TENANG ! Ingatlah 2 Surat dari ALQURAN Ini !

  Yes  Muslim  - MEMIKIRKAN masalah rezeki tentu tidak akan ada habis-habisnya. Sebab, rezeki itu bukanlah dipikirkan, tetapi diusahakan. Ya, Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya memerintahkan kita untuk berusaha agar memperoleh rezeki. Selebihnya, Allah-lah yang menentukan. Sebab, Sang Pemilik rezeki ialah Allah. Dan Allah yang berkuasa menurunkan rezeki kepada kita.

Hanya saja, masih banyak orang yang merasa risau. Terutama ketika rezeki tak kunjung datang. Atau pendapatan yang belum mencukupi kebutuhannya. Nah, seharusnya perasaan seperti ini harus kita hilangkan. Kita harus yakin bahwa Allah tidak akan mendzalimi kita. Sebab, kita tahu bahwa Allah telah mengatur rezeki bagi setiap hamba-Nya dan tak akan mungkin tertukar.

Jika Anda masih sering merasa khawatir dengan rezeki, bacalah dua ayat ini berulang kali. Sebanyak-banyaknya. Bacalah dengan bacaan terbaik. Dalam berbagai kesempatan kebaikan. Apa sajakah dua surat tersebut?

Pertama, surat Hud [11] Ayat 6,“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”





Imam Ibnu Katsir menjelaskan, “Allah menjamin rezeki semua makhluk, yakni semua jenis binatang yang ada di muka bumi; baik yang kecil maupun yang besar, binatang laut maupun binatang darat. Allah Maha Mengetahui tempat berdiam, tempat menyimpan makanan, dan tempat beristirahat dan dimana tinggalnya.”

Jika seluruh binatang melata pun mendapatkan garansi rezeki dari Allah Ta’ala, lebih-lebih lagi umat manusia yang memiliki kehidupan sempurna dan lebih membutuhkan serta memiliki banyak sumber daya.

Jatah rezeki sudah tercatat dengan sangat rapi di Lauhul Mahfuzh lengkap dengan jumlah, sumber, cara, dan jalan hingga sampai kepada kita lalu habisnya untuk apa.

Kedua, surat Al-‘Ankabut [29] Ayat 60, “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Lebih rinci dari ayat sebelumnya, di dalam ayat ini Allah Ta’ala menegaskan, bahkan yang tak kuasa mendapatkan rezeki dengan tangan dan usaha sendiri, Allah berikan jatahnya melalui berbagai cerita dan caranya.

Hal ini kita jumpai pada bayi, orang-orang sakit, dan lanjut usia. Mereka tak kuasa banyak bergerak dan berupaya tapi tetap bisa makan dan minum karena ada yang mengantarkan rezeki untuknya. Wallahu a’lam. []

Sumber: kisahikmah.com




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !