Kamis, 18 Mei 2017

SUBHANALLOH.. ARTIS YANG DULU SERING TAMPIL TERBUKA KINI MANTAP BERHIJAB


Indowarta.com –  Tiara Dewi selama ini terkenal sebagai aktris yang sering kali tampil seksi dan galmour. Namun siapa sangka jika dibalik penampilannya yang kece abis tersebut ia juga mempunyai keinginan untuk berhijab.
Hal tersebut seperti yang diungkapnya beberapa waktu lalu. Wanita yang disebut-sebut mirip dengan Syahrini ini berkeinginan untuk menutup auratnya setelah Lucky Hakim selesai menjalankan ibadah umrah.
Tak disangka ternyata apa yang di ucapkan oleh Tiara saat itu bukan hanya omong kosong saja. Selang beberapa hari setelah Lucky Hakim tiba di rumah penampilan Tiara langsung berubah 180°. Kini Tiara Dewi terlihat sangat cantik nan mempesona dalam balutan hijab.
Baca juga : Tiara Dewi Mantap Berhijab, Lucky Hakim Sebut Istrinya Siap Kehilangan Kerjaan!
Kelak hijab ini akan menggantikan rambutku yang tergerai. Sudah sekian lma hidup kita, untuk diri kita sendiri. sekarang waktunya aku melangkah menuju Allah. Insya Allah bisa aamiin yra renungan hati, sebelum berangkat pengajian.” Tulis Tiara dalam pajangan foto yang memperlihatkan kecantikannya dalam balutan gamis warna merah muda dengan perpaduan jilbab senada.
Saat itu Tiara rupanya segaja berpenampilan syar’i karena ia hendak menghadiri acara pengajian. Namun setelah beberapa hari kemudian Tiara Dewi rajin sekali memposting foto dalam balutan hijab serta melengkapi postingan tersebut dengan kata-kata mutiara.
Tidak lama kemudian Tiara kembali mengupgrate akun instagramnya dengan memposting satu keping foto dengan caption “Jagalah tutur kata, karena ia adalah senjata yang  paling ampuh dalam menghancurkan harti. Salam pesona memukau aduhai tiada tara, jangan lupa Tersenyum”.
Rupanya wanita yang pernah berseteru dengan Dewi Sanca ini tidak hanya mengenakan hijab saat ia hendak bepergian saja akan tetapi juga saat berada di rumah. Sayangnya sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti apakah Tiara benar-benar menggunakan hijab atau belum.
Meskipun belum diketahui secara pasti akan tetapi banyak warganet yang memberikan support pada Tiara. Tak hanya itu bahkan sebagian besar dari mereka juga berharap jika Tiara Dewi konsisten dengan hijabnya tanpa harus lepas pasang hijab.
“Makin cantik teh kalo berhijab, tambah manja mahal tralala ulalala.” Pungkas netter. “Cakep pake jilbab mbk….kayak bidadari surga.”

Tiara Dewi Mantap Berhijab, Lucky Hakim Sebut Istrinya Siap Kehilangan Kerjaan!


Indowarta.com –  Belakangan ini  Tiara Dewi tengah menjadi incaran publik. Eits, kali ini bukan karena sensaninya ya hal ini terjadi karena perubahan penampilan pada dirinya. Belakangan ini istri Lucky Hakim ini sudah mulai merubah penampilannya.
Dari yang biasanya mengenakan baju seksi dengan rambut panjang yang dibiarkan tergerai namun untuk kali ini Tiara tampil cantik dalam busana tertutup lengkap dengan hijabnya. Sepertinya Tiara sudah memantapkan hatinya untuk mengenakan hijab.
Hal ini bermula dari ucapan yang dilontarkannya beberapa waktu lalu. Sebagai seorang suami Lucky merasa bahagia dengan perubahan yang terjadi pada istrinya.  Berkat perubahan tersebut Lucky sempat mendapatkan tawaran syuting FTV bersama dengan Tiara Dewi.
Namun tawaran tersebut mempunyai syarat yang cukup berat yakni Tiara Dewi harus memerankan tokoh antagonis dan melepas hijabnya. Setelah mengetahui tawaran tersebut rupanya wanita yang pernah berseteru dengan Dewi Snaca ini enggan untuk mengambilny.
Bahkan Tiara lebih memilih untuk tetap mengenakan hijab dan meninggalkan tawaran pekerjaan. Kemantapan hati Tiara untuk berhijab secara baik ini rupanya sudah difikikannya denga baik-baik. bahkan ia rela kehilangan pekerjaan dari pada harus melepas hijab yang baru saja ia pakai itu.
Sebelum menikah dengan Lucky Hakim ternyata Tiara Dewi sudah dikenal oleh banyak orang berkat wajah cantiknya. Ya, seperti yang diketahui jika Tiara mempunyai wajah cantik yang mirip dengan penyanyi papan atas, Syahrini.
Saking miripnya banyak orang memanggil Tiara dengan  sebutan Syarini KW. Selain mempunyai wajah yang sama ternyata dua wanita canrtik ini juga mempunyai gaya fashion yang sama. Mulai dari  tas, baju sampai sepatu.
Akan tetapi banyak kabar bermunculan jika barang-barang yang dikenakan oleh Tiara Dewi adalah barang palsu. Bahkan belum lama ini Tiara ketahuan mengenakan sepatu berhak warna putih. Model dan desain sepatu tersebut terlihat sama persis.
Melihat kesamaan tersebut para netizen langsung heboh bahkan mereka juga sempat membandingkan penampilan keren diantara mereka berdua.

KIAI SEDANG CERAMAH DIGANGGU PEMUDA, TERNYATA INI FAKTANYA


Screenshot video yang memperlihatkan aksi pemuda ganggu kiai sedang ceramah di Grobogan. (ISTIMEWA
MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah video berdurasi pendek di media sosial yang menayangkan seorang pemuda sedang menggangu kiai saat berceramah dalam acara pengajian menjadi viral. Bahkan, ada yang menyebutkan jika pemuda yang nekat menaikkan kakinya di atas meja di depan kiai itu dalam kondisi mabuk.
Namun, informasi yang diunggah dalam media sosial itu ternyata tidak akurat. Sebab, pemuda yang berani mengganggu kiai saat menyampaikan tausiyah tersebut ternyata mengalami gangguan kejiwaan. Aksi nekat pemuda tersebut terjadi dalam acara pengajian di Musala Dusun Manggar, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan. Pengajian dalam rangka haul umum dan menyambut datangnya bulan Ramadan itu dilangsungkan Rabu (3/5/2017) malam. Pengajian rutin tahunan itu menghadirkan KH Adib Zamroni dari Demak selaku pembicara utama.
“Memang ada kejadian warga saya naik panggung saat pengajian. Kejadian itu terjadi setelah Kiai menyampaikan tausiyah selama 30 menit. Kira-kira jam 22.00 WIB, kejadiannya. Kebetulan, malam itu saya juga menghadiri pengajian,” ungkap Kepala Desa Manggarmas Khandiq, Selasa (16/5/2017).
Dijelaskan, warganya yang sempat naik panggung itu diketahui bernama M Kusein (22). Rumahnya di Dusun Manggar RT 07, RW 03 yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pengajian. Menurut Khandiq, warganya tersebut bukan dalam kondisi mabuk saat melakukan aksinya. Tetapi, sebelumnya ia memang sedang mengalami gangguan kejiwaan.
Kusein mengalami gangguan jiwa saat remaja. Namun, penyakitnya bisa sembuh setelah dirawat di rumah sakit. Setelah sembuh total, ia merantau ke luar kota dan bertemu dengan pasangan hidupnya. Setelah menikah beberapa bulan lalu, ia hidup bersama istrinya di kampung halamannya.
Beberapa hari sebelum pengajian, gangguan kejiwaannya kambuh. Bahkan, warganya itu sempat tidak mau mengenakan pakaian dan selalu marah-marah. Oleh keluarganya, selalu melakukan penjagaan dan tidak membiarkan Kusein keluar rumah. Tujuannya agar tidak mengganggu warga sekitar dan melakukan tindakan yang tidak diinginkan.
“Saat ada pengajian, Kusein sempat keluar dari rumah tanpa diketahui pihak keluarga yang menjaganya. Akhirnya, orang itu sampai di lokasi pengajian hingga naik ke panggung dan mendekati meja yang ada di depan Kiai. Namun, tidak lama kemudian, orangnya langsung diamankan warga dan dibawa pulang ke rumah,” jelasnya.
Khandiq menyatakan, kejadian itu berlangsung cepat. Warga yang hadir dalam pengajian semula mengira orang yang naik ke panggung itu adalah tukang sound system yang mau mengecek kabel atau mikrofon. Masih dikatakannya, kejadian itu sempat menimbulkan salah paham dengan ulama yang didatangkan untuk memberikan ceramah. Namun, setelah dijelaskan akhirnya bisa memaklumi.
“Jadi hal ini perlu saya luruskan. Kejadian orang naik panggung saat pengajian itu memang benar terjadi. Tetapi, pelakunya bukan preman atau orang mabuk. Tetapi, dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan kejiwaan,” jelas kades yang wilayahnya terdapat obyek wisata Api Abadi Mrapen itu.
Ditambahkan, saat ini, posisi warganya yang kambuh gangguan jiwanya itu masih dalam perawatan di rumah sakit jiwa. Pihaknya, sudah membantu mengajukan Jamkesda untuk memudahkan perawatan warganya tersebut. “Kita juga dibantu dari pihak puskesmas dan Dinas Sosial. Saat ini masih dirawat,” pungkasnya.
Editor : Akrom Hazami

Selasa, 16 Mei 2017

WAHAI PARA ISTRI, SAAT WAKTUNYA TIBA, USIR SUAMIMU DARI RUMAH. BACA DAN SEBARKAN!



USIR SUAMIMU KE MASJID SAAT ADZAN BERKUMANDANG!


Dalam Islam, laki-laki diwajibkan shalat berjamaah di masjid. Bahkan dijaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tidak dikecualikan untuk orang buta sekalipun. Shalat dirumah hanya diperuntukkan bagi perempuan saja. .
.

Jika suamimu tidak mau shalat dimasjid bersama para laki-laki lain, maka kejantanannya perlu dipertanyakan! Bela-belain kerjaan kantor aja berani, masa' bela-belain ke masjid nggak berani. Itu sama sekali nggak macho! Nggak lakik! Nggak cowok banget! .
.

Kalau banyaknya hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang keutamaan shalat di masjid nggak cukup buat suamimu untuk memahami pentingnya mempersiapkan banyak bekal ke surga bagi dirinya sendiri, maka bagaimana mungkin dia bisa membawa anggota keluarga lainya untuk ke surga juga? .
.
.
Yuk bersama sama bersinergi dalam dakwah bersama mewujudkan kebangkitan lslam.

4 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menyambut Ramadhan. Nomer 3 Bisa Membuat Ibadah Kita Tertolak


Waktu memiliki sifat terus berjalan, jam demi jam terus melaju tanpa seorang pun dapat menghentikannya, dan tidak ada satu orang pun diantara kita yang bisa menghentikan waktu walau hanya sedetik.

Tanpa terasa bulan sekarang (dalam kalender Hijirah) sudah memasuki bulan Sya’ban, itu pertanda bahwa bulan depan  kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan penuh pahala dan bulan penuh kebaikan.

Bagaimana pun keadaan kita, apakah kita siap atau tidak siap, maka bulan Ramadhan pastilah akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, karena dengan persiapan tentu saja hasilnya akan lebih baik. Berbicara tentang persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan. Berikut beberapa persiapan yang harus kita persiapkan, yaitu:

1.    Persiapan Ruhiyah (Keimanan)
Rasulullah saw, mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a menjelang Ramadhan, yaitu:  (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan).
Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri pada bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya jadi sempurna.

2.    Persiapan Jasadiyah (Jasmani)
Ramadhan adalah bulan ketika kita melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara berolah raga secara rutin serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.

3.    Persiapan Tsaqafiyah (Keilmuan)
Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).
Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan/Shaum.

4.    Persiapan Maaliyah (harta)
Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi adalah untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

Semoga ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dengan persiapan yang lebih matang. Amiin
SUBHANALLOH.. Hafal Alquran 30 Juz, Anak Indonesia Ini Bikin Ulama Mesir Menangis

SUBHANALLOH.. Hafal Alquran 30 Juz, Anak Indonesia Ini Bikin Ulama Mesir Menangis



JAKARTA- Luar biasa. Itulah kalimat yang pantas buat kehebatan hafiz (penghafal Alquran) cilik asal Indonesia, Musa La Ode Abu Hanafi saat beraksi di Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada 4 April lalu.
Pada lomba itu Musa diminta untuk menuntaskan 6 soal. Seluruh soal berhasil dilalui Musa dengan tenang, tanpa salah maupun lupa. Lancarnya bacaan dan ketenangan Musa dalam membawakan ayat-ayat Alquran yang ditanyakan membuat Ketua Dewan Juri Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Persatuan Quran Mesir, dan sejumlah hadirin meneteskan air mata.
Baca Juga : SUBHANALLOH, Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru
Menteri Wakaf Mesir Prof DR Mohamed Mochtar Gomaa menyampaikan takjubnya kepada Musa yang berusia paling kecil dan tidak bisa berbahasa Arab, tapi menghafal Alquran dengan sempurna.
Sementara itu, penghafal Alquran cilik berumur tujuh tahun asal Bangka Barat, Bangka Belitung, ini juga membuat Presiden Jokowi Bangga. ”Kita bangga dengan prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir,” tulis Jokowi dalam akun twitternya, Minggu (17/4).
Musa mengikuti lomba cabang Hifz Alquran 30 juz untuk golongan anak-anak. Ia menjadi daya tarik tersendiri dalam perlombaan tersebut lantaran merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba. Peserta lainnya berusia di atas 10 tahun.
Jawa Pos (Radar Cirebon Group) pernah menurunkan tulisan soal musa. Tingkah Musa memang tidak berbeda dengan layaknya anak seusianya. Suka bermanja-manja dan kadang-kadang rewel. Sepintas orang tak akan menyangka dia menghafal 30 juz Alquran.
Minat Musa terhadap Alquran sudah tampak sejak dirinya belum genap berusia dua tahun. ”Setiap kali saya perdengarkan kaset murottal (pembacaan) Alquran anak, dia senang dan sangat antusias menirukan,” ungkap La Ode Abu Hanafi, ayah Musa. Melihat kondisi tersebut, Hanafi pun makin sering memperdengarkan kaset murottal kepada Musa.
Tidak lama setelah ulang tahun kedua Musa, Hanafi memulai bimbingan Alquran untuk anaknya itu. Karena Musa belum bisa membaca Alquran, Hanafi membimbingnya dengan metode talqin atau membacakan hafalan. Musa diminta menirukan pelafalan sang ayah. Mengingat usia sang anak, Hanafi mengajarinya dengan perlahan. Satu sesi belajar hanya berlangsung lima sampai sepuluh menit.
Bukan hal mudah mengajarkan Alquran kepada bocah yang ketika itu berusia dua tahun. Proses Musa untuk menjadi hafiz, beber Hanafi, tidak seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Bagian pertama yang diajarkan kepada Musa adalah surat terakhir Alquran, yakni An Naas.
”Saya ajarkan qul saja, butuh dua sampai tiga hari dia ikuti,” kenangnya. Kemudian, menyambungkan kata qul dengan a’udzu juga butuh waktu. Durasi Musa untuk menghafal Qul a’udzu birobbinnaas (ayat pertama surat An Naas yang berarti Katakanlah, aku berlindung dari Tuhan manusia) butuh setidaknya satu pekan.
Kemudian, saat berhasil menghafal ayat kedua, Musa lupa bagaimana bunyi ayat pertamanya sehingga hafalan harus diulang dari awal. ”Jadi, surat An Naas itu mungkin bisa ratusan kali diulang sama saya,” ungkapnya. Metode talqin tersebut hanya dilakukan selama dua tahun dan menghasilkan hafalan dua juz ”saja”, yakni juz 30 dan 29. Hanafi mengajari Musa menghafal dari belakang, yakni dari juz 30 hingga 18. Kemudian, dia melanjutkan pelajaran menghafal dari juz 1.
Di usianya yang keempat tahun, Musa sudah bisa membaca Alquran sehingga proses hafalan menjadi lebih ringan daripada sebelumnya. Karena sudah bisa membaca Alquran, Musa mulai bisa belajar mandiri. Setiap hari Musa mampu menghafal 2,5 sampai 5 halaman Alquran dan diperdengarkan di depan Hanafi.
Dalam bimbingan Hanafi, Musa bisa menghabiskan waktu enam sampai delapan jam untuk menghafal Alquran. Hanafi memang seorang guru mengaji. Hanafi juga menghidupi keluarganya lewat kebun karet miliknya dan usaha dagangnya.
Lazimnya seorang bocah, waktu bermain juga menjadi kebutuhan yang tak bisa diabaikan. Untuk itu, setiap empat hari Hanafi meliburkan pelajaran menghafal Alquran dan memberi Musa kesempatan bermain seharian.
“Musa main mobil, kereta, sama bola sampai kotor,” ucap Musa saat ditanya mainan kesukaannya sembari bergelayut manja di pangkuan sang ayah. Sempat pula Musa menangis karena lelah. Namun, setelah diberi mainan, tangisnya mereda.
Hanafi menuturkan, putranya bisa jadi apa saja suatu saat kelak. Bisa dokter, ulama, tentara, atau profesi lainnya. Namun, Hanafi memang punya target agar Musa menjadi hafiz dahulu. “Agar dia bisa bermanfaat untuk (agama) Islam dan umat Islam,” tutur suami Yulianti itu.
Musa tampak tidak terbebani gelar hafiz yang disematkan kepada dirinya. Sebagaimana layaknya bocah, dia sangat senang manakala disodori mainan. Musa juga sudah punya cita-cita yang ingin diraihnya. “Ingin jadi pilot,” ucap Musa lugas.
Hanafi mengakui bahwa dirinya dan istrinya bukanlah hafiz. Dia juga awalnya tidak yakin anaknya mampu. Namun, setelah merenung, dia dan sang istri memantapkan niat untuk menjadikan Musa seorang hafiz. (JPG)
Sumber  

SUBHANALLOH, Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru


Menjadi seorang hafidz atau penghafal Al-Qur’an adalah sebuah prestasi yang tak hanya akan membuat bangga di dunia, namun juga di akhirat kelak. Kebanggaan tak biasa karena kebanggaan ini menyangkut sebuah keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Apalagi bagi seorang hafidz, dia akan mampu menjadikan kedua orangtuanya mendapat kemuliaan dan mahkota di Surga dari Allah kelak, tentu bisa disebut bahwa itulah sebuah bakti luar biasa anak kepada kedua orangtuanya.
Berikut kisah beberapa orang ini sungguh luar biasa dan akan membuat kita terharu. 
1. Muadz, anak Tuna Netra yang Hafal Qur’an Usia 11 Tahun
Mu’adz namanya, ia adalah seorang anak yang sejak kecilnya ditaqdirkan kurang beruntung, ia tidak dapat melihat layaknya manusia normal (buta). Sampai disini tidak ada yang unik pada diri Mu’adz, karena bukan hanya ia yang ditaqdirkan buta di dunia ini. 

Namun yang membuat unik adalah walau buta ia mampu menghafal Al-Qur’an lengkap 30 juz. Sejak awal ia mulai menghafal dengan penuh kesabaran, dan tentunya dengan motivasi yang tinggi, hingga pada usianya yang ke 11 tahun ia berhasil menghatamkan Al-Qur’an.

Pembaca sekalian, mungkin bagi kita yang memiliki penglihatan normal, kita menganggap mata adalah jendela dunia. Tanpanya, hidup ini terasa tak lengkap dan sempurna. Bayangkan saja jika sejak lahir kita tidak memiliki mata normal, atau sebelumnya memiliki penglihatan normal namun pada akhirnya ditakdirkan buta (Nau’udzubillah), apa yang terjadi? Kita tidak bisa melihat dan tentunya sangat sedih. Namun tidak demikian bagi anak ini, ia sama sekali tidak pernah mengeluh atas derita yang ia alami, bahkan ia bersyukur atas kondisinya ini. Keterbatasan fisik tidak membuatnya terhalang untuk menghafal Al-Qur’an. Ia menganggap takdirnya ini (buta) menjadi jalan baginya untuk bisa hafal Al-Qur’an.

Dalam sebuah video rekaman acara tv seorang imam masjid, yaitu Syaikh Fahd Al-Kandari, mewawancarai Mu’adz yang juga merupakan pembawa acara pada acara tersebut. Beliau menanyakan perihal bagaimana ia belajar dan menghafal Al-Qur’an padahal ia memiliki keterbatasan fisik. Semangatnya untuk menghafal ayat-ayat Allah yang mulia membuat langkah kakinya ringan untuk pergi ke tempat gurunya. 

“Pada awalnya hanya satu hari dalam sepekan. Lalu saya mendesak beliau (syaikhnya) dengan sangat agar menambah harinya untuk menghafal qur’an, sehingga menjadi dua hari dalam sepekan. Syaikh saya sangat ketat dalam mengajar. Beliau hanya mengajarkan satu ayat saja setiap hari,” ungkap muadz

Yang lebih mengagumkan dalam dialog itu adalah pernyataannya tentang kebutaannya. Ia tidak berdoa kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatannya, namun rahmat Allah-lah yang ia harapkan.

Tentu saja, setelah mendengar kalimat mulia anak ini, semua yang ada di studio saat itu diam. Penyiar TV nampak berkaca-kaca dan air matanya menetes. Para pemirsa di stasiun TV serta kru TV tersebut juga tak tahan menitikkan air mata.

“Pada saat ini, saya teringat banyak kaum muslimin yang mampu melihat namun bermalas-malasan dalam menghafal kitab Allah, Al-Quran. Ya Allah, bagaimana alasan mereka besok (di hadapan-Mu)?” kata Syaikh Fahd Al-Kanderi.

2.  Muhammad Gozy Basayev, penghafal cilik usia 8 tahun dari Makassar
Muhammad Gozy Basayev nama lengkapnya. Lahir 24 Juni 2000, Gozy - biasa dia dipanggil - adalah putra pertama pasangan M.Natsir dan Erika yang bertempat tinggal di Makassar Sulawesi Selatan. Sejak usia 6 tahun, Gozy telah memulai untuk menghafal Al-Qur'an dan dalam waktu 2 tahun dia berhasil menghafal seluruh Al-Qur’an diluar kepala.

Inspirasi dari Shamil Basayev (Mujahidin Chechnya)
Ketika Gozy lahir saat itu sedang terjadi perang antara mujahidin Chechnya melawan pasukan Rusia. Salah seorang komandan perang Chechnya yang terkenal ketika itu adalah Shamil Basayev. Dia adalah seorang Mujahid yang gagah berani dan juga seorang yang hafidz Al-Qur’an. Ayah Gozy sangat terinspirasi dengan profile beliau sehingga memberikan nama anaknya Muhammad Gozy Basayev yang berarti Muhammad – diambil dari Nabi Muhammad, Gozy yang berarti pejuang dan merupakan syuhada Kaukasus pada abad perengahan sedangkan Basayev merupakan nama belakang Shamil Basayev.

Lahir dari Keluarga biasa dan hampir dimasukkan ke sekolah Nasrani
Pada umumnya, seorang penghafal Al-Qur’an lahir dari keluarga yang sangat dalam ilmu keislamannya. Gozy kecil lahir bukan berasal dari keluarga Ustadz ataupun kyai tetapi datang dari seorang ayah yang hanya seorang karyawan di sebuah perusahaan musik dan Ibu rumah tangga. Kemampuan membaca Al-Qur’an kedua orangtuanya pun biasa-biasa saja. Tetapi walaupun demikian kedua orang tuanya memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap anaknya yaitu menjadi penghafal Al-Qur’an.

Berdasarkan referensi yang penulis dapatkan langsung dari ayahnya, Gozy kecil pada awalnya akan dimasukkan ke sekolah Nasrani dengan alasan gengsi dan kualitas sekolah yang lebih baik, tetapi Allah SWT ternyata merencakan lain dan mentakdirkan Gozy untuk masuk kedalam Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di kota Makassar.

Sebenarnya kemampuan luar biasa Gozy dalam menghafal Al-Qur’an pertama kali ditemukan bukan oleh kedua orangtuanya tetapi oleh guru privatenya Dra Almira W yang biasa di panggil oleh Gozy sebagai Kak Mira.

Ketika pertama kali bergabung dengan sekolah ini Gozy sempat kaget karena rata-rata teman-temannya disekolah tersebut telah hafal lebih dari 1 Juz sedangkan dirinya pada saat itu baru hafal Juz 30. Selain itu Gozy juga di “vonis” mempunyai masalah pernafasan yaitu nafasnya pendek sehingga beberapa kali gagal dalam tes menjadi penghafal Al-Qur’an.

Tetapi saat itu Gozy dengan sabar terus berusaha dan melatih kemampuannya di rumah bersama kedua orangtuanya. Akhirnya setelah itu, Gozy pun dapat diterima sebagai penghafal Al-Qur’an dan bertambah semangat.

Untuk mengatasi masalah pernafasannya Orang tua Gozy melatihnya dengan rutin mengajak dia berenang.
Berdasarkan pengakuan dari sang ayah, selain rajin berlatih salah satu kunci kesuksesan untuk mudah menghafal Al-Qur’an adalah dengan menjaga agar jangan sampai ada makanan tidak halal yang dikonsumsi oleh Gozy. Oleh karena itu Ibunya memesankan catering dari sekolahnya untuk memastikan sumbernya. Selain itu kedua orangtuanya juga berusaha sekuat tenaga untuk memberikan teladan yang baik kepada Gozy dalam hal perilaku.

Khatam Menghafal pada saat ulang tahun sang ayah
Gozy berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an nya tepat pada tanggal 30 Juli 2008 atau tepat pada ulang tahun ayahnya. Dia memang berniat menyenangkan ayahnya sehingga dia pun rela untuk menambah hafalannya hingga 1 Juz per hari.

Sampai saat ini Gozy masih secara rutin mengulang-ulang hafalan Al-Qur’an nya untuk menjaga agar tidak hilang dan semakin lancar.

3. Sayyid Muhammad Husein Tabataba'i, Hafal Qur’an usia 5 tahun

Husein Tabataba'i lahir pada tanggal 16 Februari 1991 di kota Qom, sekitar 135 kilometer dari Teheran, ibu kota Iran. Seorang anak Iran bernama Sayyid Muhammad Husein Tabataba'i, yang mulai belajar Al Quran pada usia 2 tahun, dan berhasil hafal 30 juz dalam usia 5 tahun! 

Pada usia sebelia itu dia tidak hanya mampu menghafal seluruh isi Al Quran, tapi juga mampu menerjemahkan arti setiap ayat ke dalam bahasa ibunya (Persia), memahami makna ayat-ayat tersebut, dan bisa menggunakan ayat-ayat itu dalam percakapansehari-hari.

Bahkan dia mampu mengetahui dengan pasti di halaman berapa letak suatu ayat, dan di baris ke berapa, di kiri atau di sebelah kanan halaman Al Quran. Dia mampu secara berurutan menyebutkan ayat-ayat pertama dari setiap halaman Al Quran, atau menyebutkan ayat-ayat dalam satu halaman secara terbalik, mulai dari ayat terakhir ke ayat pertama.

Yang lebih mengagumkan lagi, di usia 7 tahun Husein berhasil meraih gelar doktor honoris causa dari Hijaz College Islamic University, Inggris, pada Februari 1998. Saat itu, Husein menjalani ujian selama 210 menit, dalam dua kali pertemuan. Ujian yang harus dilaluinya meliputi lima bidang. Yakni, menghafal Al Quran dan menerjemahkannya ke dalam bahasa ibu, menerangkan topik ayat Al Quran, menafsirkan dan menerangkan ayat Al Quran dengan menggunakan ayat lainnya, bercakap-cakap dengan menggunakan ayat-ayat Al Quran, dan metode menerangkan makna Al Quran dengan metode isyarat tangan.

Setelah ujian selesai, tim penguji memberitahukan bahwa nilai yang berhasil diraih bocah itu adalah 93. Menurut standar yang ditetapkan Hijaz College, peraih nilai 60-70 akan diberi sertifikat diploma, 70-80 sarjana kehormatan, 80-90 magister kehormatan, dan di atas 90 doktor kehormatan (honoris causa). Pada 19 Februari1998, bocah Iran tersebut menerima ijazah doktor honoris causa dalam bidang Science of The Retention of The Holy Quran.

Selama di Inggris, Husein juga diundang dalam berbagai majelis yang diadakan komunita smuslim setempat. Umumnya hadirin ingin menguji kemampuan bocah ajaib tersebut. Uniknya, Husein menjawab semua pertanyaan dengan mengutip ayat Al Quran. Contohnya, dalam satu forum seseorang bertanya, "Bagaimana pendapatmu tentang budaya Barat?" Husein menjawab, "(Mereka) menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya." (QS 19:59).

Penanya lain bertanya, "Apa yang dilakukan Imam Khomeini terhadap Iran?" Husein menjelaskan, "(Dia) membuang dari mereka beban - beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka." (QS 7:15). Maksudnya, pada masa pemerintahan monarki, rakyat Iran terbelenggu dan tertindas. Lalu Imam Khomeini memimpin revolusi untuk membebaskan rakyat dari belenggu dan penindasan.  Sehingga beberapa kalangan meyakini bahwa Husein cilik ini bermazhab syiah

4. Tabarak Labudi usia 4,5 tahun telah hafal Al Qur’an
Anak kecil asal Saudi Arabia ini hafal qur’an dalam usia yang sangat belia. Keluarganya mendapati kemampuan Tabarak sebagai penghafal Al-Qur`an sejak ia masih berusia dua setengah tahun. Ketika itu, kami menghadiri sebuah acara salah seorang rekan kami. Ketika itu, ia (Tabarak) menolak untuk ikut menyanyi dengan anak-anak lainnya.
Yang kemudian membuat kami terkejut karena ia mampu mengulangi lirik lagu itu enam bulan setelah kejadian tersebut. Tabarak mengatakan secara spontan bahwa ia mengaku tidak mengikuti film kartun, “Saya tidak ingin menontonnya (film kartun) karena ini membuat anak-anak memukul saudara-saudara mereka”, ujar Tabarak. Ia juga memandang bahwa film-film tersebut mengajarkan jiwa mereka terutama karena anak-anak sering meniru apa yang ia lihat di depan layar televisi.
Pada awal pernikahan, kedua orang tua Tabarak sepakat untuk mengikuti program khusus menghafal Al-Quran. Keduanya mampu menghapal tujuh juz: juz Tabarak dan juz Amma, surah al-Fatihah hingga surah an-Nisa. Hingga kemudian ibunya berhenti karena hamil dan melahirkan Tabarak.
Ini kemudian membuat hanya sang Ayah yang meneruskan untuk menghafal Al-Qur`an secara lengkap. Meski demikian, Rasha akhirnya mampu mengkhatami al-Quran bersama dengan anaknya, Tabarak, setelah ia menghapal Al-Qur`an
Menurut Rasha, anaknya telah menghapal 80 persen Al-Quran ketika di rumah, sedangkan sisanya ia hapal ketika bergabung dengan halaqah tahfidz (kumpulan penghafal)—yang pada awalnya menolak Tabarak karena usianya yang masih muda, namun kemudian menerima karena ia telah menghafal lebih dari separuh Al-Quran.



Pangeran Mishaal bn Majed, Gubernur Jeddah menganugerahi penghargaan kepada Tabarak Labudi setelah ia memenangi kompetisi penghafal Al-Quran termuda di dunia. Ini berlangsung pada acara yang ke-29 di Jam’iyah khairiyah litahfizil quran, Jeddah

5. Rukkayatu Fatahu Umar, Anak Perempuan cilik yang hafal Qur'an usia 3 tahun

Sungguh menakjubkan bocah asal Nigeria yang satu ini. Ia mampu menghafal seluruh isi Alquran di usia tiga tahun delapan bulan. Rukkayatu Fatahu Umar, demikian nama bocah perempuan tersebut.

Dikutip dari Nigerian Tribune, Rukkayatu begitu gembira dengan prestasinya. Ia sangat senang menghafal Alquran bahkan ingin anak-anak di seluruh dunia dapat belajar dan menghafal Kitabullah sepertinya.

Rukkayatu mulai menghafal kitab suci di sebuah sekolah Quran milik Yayasan Syekh Dahiru Usman di Barkin Ruwa Askulaye di Kaduna. Syaikh Dahiru Uslam bukan lain merupakan kakek Rukkayatu. Bukan ikut bersekolah, gadis kecil tersebut selalu turut serta sang ibu yang merupakan pengajar di sekolah tersebut. 

Di kelas hafalan, ia pun terbiasa mendengarkan bacaan Alquran. Hingga kemudian Rukkayatu ikut membaca ayat-ayat Quran bersama para siswa, bahkan menghafalnya. "Ia terus menghadiri kelas menghafal hingga saat ini ia telah menyelesaikan hafalan seluruh Alquran," ujar sang ibu, Sayyada Maimunatu. 

Sang kakek, Sheikh Dahiru Usman, ingin menunjukkan kebenaran kabar prestasi cucunya. Ia ingin membuktikan bahwa prestasi si kecil Rukkayatu bukanlah sebuah kebetulan melainkan karena ia belajar dengan sungguh-sungguh. Syaikh pun kemudian meminta Rukkayatu berdiri dihadapan sekumpulan orang-orang termasuk beberapa ulama. Mereka menguji hafalan dan kebenaran bacaan Qur'an Rukkayatu. Hasilnya begitu menakjubkan mereka. 

Sepertinya menghafal Quran sudah menjadi prestasi keluarga Rukkayatu. Ibunya, Sayyada Maimunatu telah menjadi hafizhah di usia 12 tahun. Ayahnya, Fatahu Umar Pandogari pun merupakan hafiz Qur'an. Didikan sang kakek, yang merupakan ulama terkenal di kawasan Bauchi, Sheikh Dahiru Usman menghasilkan keluarga penghafal AlQuran.

Ibunya berniat baru akan memasukkan Rukkayatu ke sekolah umum setelah usianya 10 tahun. Sebelum usia 10 tahun, Rukkayatu akan difokuskan pada pembelajaran Alquran dan Islam.

6. Farih Abdurrahman Hafal Al Qur’an Usia 3 Tahun yang Menggemaskan

Anak kecil ini usianya masih tiga tahun. Siapapun yang melihat sosoknya, pasti gemas.  Matanya yang berbinar, senyumannya yang polos, raut mukanya yang bersih dan polahnya yang ceria. Farih, ia bukan anak biasa. Ia anak istimewa. Sebagian orang bahkan menyebutnya sebagai “at thiflu almu’jizah” atau bocah mukjizat. Tentu saja, mukjizat tidak dalam arti sebenarnya.

Sebagaimana yang umum berlaku di Aljazair, pembacaan Alquran dilakukan lewat riwayat Hafash dari Ashim melalui Asy Shatibi. Itulah yang dibunyikan oleh Farih. Nama Farih Abdurrahman, menjadi pembicaraan hangat Muslim Aljazair. Beberapa kesempatan ia diminta tampil untuk membacakan ayat-ayat Alquran yang dihapalnya. Atau sekedar membacakan doa panjang Khatmul Qur’an. Seperti ketika ia diundang untuk tampil di hadapan para jamaah masjid di Aljazair, termasuk Presiden Aljazair, Bouteflika.

Suara bacaan Farih, meski dengan lisan sedikit cadel, tajwidnya sangat bagus. Kelancaran hapalannya memukau para hadirin. Dan menurut pendapat para qari di negara tempat tinggalnya, Farih yang baru berusia tiga tahun itu, sudah bisa membunyikan Al Quran secara tartil yang benar. Artinya, benar panjang pendek dan cara membacanya. Begitulah Farih, satu dari anugerah Allah yang jarang kita jumpai di dunia ini. Akhirnya Ibunda Farih menuturkan bagaimana awal mula anaknya bisa menghapal surat-surat panjang Alquranul Karim. Lalu juz demi juz. Sang ibu baru menyadari kemampuan anaknya yang cepat menghapal. Al Quran itu setelah ia melewati usia dua tahun.

Dan uniknya, selama usia sebelum dua tahun, Farih bisa dikatakan belum bisa berbicara seperti anak-anak sebayanya. Tapi, ketika usianya melewati dua tahun, terjadilah peristiwa luar biasa bagi Farih. Awal pertama kalimat yang terucap baik dari mulutnya adalah… potongan surat Al Kahfi.

“Ketika dalam kondisi hamil, saya membaca Al Quran. Dan setiap hari Jum’at saya membaca surat Al Kahfi. Sedangkan setiap hari saya membaca mu’awizatain (Surat An naas dan Al Falaq), surat Al Mulk dan Maryam. Lalu setelah kelahiran Farih Abdurrahman, saya membacakan Al Quran setiap hari kepadanya.

Ibunda Farih Abdurrahman bukanlah penghapal Al Quran. Ia hanya seorang ibu yang memiliki ikatan emosi yang kuat dengan Alquran dan Dzikir. Ia juga memiliki hubungan batin yang kuat dalam berdialoq dengan janinnya saat mengandung. Dan ketika Farih lahir, secara berkala, ibunda Farih juga kerap memperdengarkan bacaan Alquran lewat channel televisi setiap hari.


7. Syarifuddin Khalifah, Anak Kecil Keluarga Katolik dalam Usia 1.5 Telah Hafal Al-Quran yang Mengislamkan Ribuan Orang


Sharifuddin Khalifa boleh dibilang anak ajaib.  Anak yang terlahir di Tanzania, Afrika Timur pada Desember 1993 itu berasal dari keluarga Katholik. Namun, pada usia 1,5 tahun, Khalifa sudah hafal 30 juz Alquran dan shalat lima kali sehari. 

Dan bahkan anehnya lagi, dia tidak hanya hafal Al Qur'an, tapi juga mampu menghafal Injil secara lengkap

Subhanallah, ia mampu menghafal Alquran tanpa ada orang yang mengajarinya. Awalnya, kedua orangtua Khalifa mengira anaknya dikuasai setan. Namun, tetangganya yang Muslim memahami apa yang diucapkan anak ajaib itu. Akhirnya, kedua orangtuanya menyadari bahwa putranya adalah tanda kebesaran Sang Khalik. Kedua orangtuanya pun memeluk Islam.

Meski berbahasa ibu Swahili, Khalifa mampu berbicara dan berpidato dalam bahasa Arab, Inggris, Prancis, dan Italia tanpa belajar. Pada usia empat hingga lima tahun, ia sudah berkeliling Afrika dan Eropa untuk berceramah dan mengajar. Berkat dakwaahnya, ribuan orang memeluk Islam. Di Kenya, Afrika sebanyak 1.000 orang berduyun-duyun bersyahadat setelah mendengar ceramahnya. 

Dulu Saat umur 1 bulan, ketika dibawa ibu dan ayahnya ke gereja untuk dibaptis beberapa meter sebelum sampai di gereja anak itu bisa bicara: “Ibu jangan baptis aku, aku adalah orang yang beriman kepada Alloh dan rosul-Nya yaitu Muhammad”.



Kata-kata anak ini benar-benar membuat bulu kunduk mereka merinding, mereka gemetar dan saling memandang dalam kebingungan dan tidak percaya apa yang didengarnya dari anak mereka ini. Saking gemetarnya berduapun kembali ke rumah dan tidak jadi membaptis anak mereka tersebut.

Ketika umur 2 bulan, bayi melarang ibunya untuk menyusuinya dengan cara bayi itu tidak mau disusui ibunya. Sampai-sampai konsultasi ke dokter spesialis anak ternyata anak tersebut dalam keadaan sehat walafiyat. Tapi mengapa tidak mau disusui.

Kalimat pertama yang diucapkan ketika 4 bulan, adalah QS Al-Baqoroh 54 Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi tuhan yang menjadikan kamu, maka Alloh akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.

Dengan kalimat tersebut kedua orang tua dan semua yang hadir dari beberapa orang tetangga hanya bisa saling memandang dan takjub serta kebingungan. Mereka tidak faham bahasa yang diucapkan oleh bayi tersebut, karena bukan bahasa Inggris atau Kiswahili. Saking bingungnya dengan kondisi itu beberapa yang hadir ada yang mengatakan bahwa bayi itu karasukan setan / sejenis ruh jahat. 

Maka Domisia meminta suaminya untuk memanggil pendeta dari gereja terdekat untuk mendoakan anaknya yang menurut mereka sedang kerasukan setan/ruh hajat itu. Ternyata setelah pendeta itu datang, tidak sanggup mengusir setan dari tubuh anak kecil yang mungil itu. Saat itu hadirlah tetangganya bernama Ayyub yang memberitahukan keislaman sang anak tersebut. Tetangganya tersebut sempat sujud syukur menyaksikan kehebatan ciptaan Allah SWT.

Semoga tulisan ini menjadi penyemangat kita semua untuk menghafal Al Qur'an dan menjaganya bagi yang telah Hafal.

Sumber : 
spotlite, radiodaqu, Zakylife.files.wordpress, islampos, 
harianbangsa, nasehat islam, republika, zakiyu wordpress, dhaniesdailynotes