Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Mei 2017

INGATLAH ! Kita semua akan menua... Dan pasti kembali pada-Nya

Kita semua akan menua... Dan pasti kembali pada-Nya


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa." [QS Ar Rum :54]

(Actress Jamuna)

(Stephen Chow)

(Andy Lau)


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Jumat, 12 Mei 2017

Tanzania, Rumah Muslim Terbesar di Afrika Timur, Ini Jejak Islam dan Kesultanan Zanzibar


Menelusuri Jejak Islam di Tanzania


  Yes  Muslim  - Menurut Mark Horton dan John Middleton dalam The Swahili: The Social Landscape of a Mercantile Society,  bukti nyata awal kehadiran Muslim di Afrika Timur adalah fondasi sebuah masjid di Shanga di Pulau Pate. Dalam sebuah penggalian tahun 1980-an, di lokasi tersebut ditemukan koin emas, perak, dan tembaga dengan keterangan tahun 830 M.



Sedangkan sebuah bangunan utuh tertua di Afrika Timur adalah sebuah masjid yang masih berfungsi di Kizimkazi, sebelah selatan Zanzibar, dan berketerangan tahun 1007 Masehi. Dalam Majoritetens Islam (Stockholm, 1994) disebutkan, Islam diperkirakan tersebar luas di daerah Samudra Hindia pada abad XIV.

Ketika Ibnu Batuta, seorang musafir Muslim dari kawasan Maghrib, mengunjungi pesisir Afrika Timur tahun 1332, ia menuliskan bahwa Islam di sana membuatnya merasa seperti di rumah sendiri. Sebagian besar masyarakat di pesisir waktu itu adalah Muslim dengan Arab sebagai bahasa sastra dan perdagangan.
Seluruh Samudra Hindia, menurut Ibnu Batuta, seolah menjadi "Laut Muslim" di mana Muslim menguasai perdagangan dan mendirikan permukiman pesisir di Asia Tenggara, India, dan Afrika Timur.



Kisah Islam di Tanzania sendiri diawali dengan berdirinya sebuah kesultanan di Pulau Kilwa (cikal bakal Tanzania), yang kemudian disebut Kesultanan Kilwa, sekitar tahun 960-1000 Masehi. Kesultanan Islam tersebut didirikan oleh seorang pangeran Persia dari Shiraz (sekarang merupakan salah satu kota padat penduduk di Iran), Ali ibn al-Hassan el-Shirazy. 

Ali membeli pulau Kilwa dari seorang raja kelompok etnis Bantu, Almuli, dengan imbalan kain berwarna sebanyak bisa menutupi seluruh lingkar pulau tersebut. Menurut sejarah, Ali kemudian menjadi sultan pertama Kilwa pada tahun 957. Kesultanan ini berakhir pada 1506, tujuh tahun setelah Portugis berkuasa di Kilwa.

Islam tersebar di Afrika Timur melalui kegiatan perdagangan di sepanjang pantai, bukan melalui ekspansi wilayah dan penaklukan seperti yang terjadi di Afrika Barat. Abdulaziz Y Lodhi dan David Westerlund (1997) dalam African Islam in Tanzania, menyebutkan, ketika kekerasan oleh Portugis terjadi di daerah pesisir pada abad XVI, Islam di kawasan pantai telah kokoh.




Hampir seluruh keluarga penguasa memiliki hubungan kekerabatan dengan Arab, Persia, India, dan bahkan Asia Tenggara sebagai dampak dari kontak maritim dan koneksi politik yang terjalin. Karena itu, pada akhir abad XVII dan awal abad XVIII, umat Islam berhasil mengusir Portugis dengan bantuan Omani Arab.

Orang Arab kemudian secara bertahap meningkatkan pengaruh politik mereka hingga akhir abad XIX ketika penakluk Eropa tiba di pantai Afrika Timur. Namun, Abdulaziz Y Lodhi dalam tulisannya, Muslims in Eastern Africa-Their Past and Present yang dimuat dalam Nordic Journal of African Studies (1994), meragukan bahwa Islam dibawa ke Afrika Timur, melainkan membawa pengaruhnya kepada orang-orang di luar Afrika Timur. 





Ia mengatakan bahwa mengakui praktik Islamisasi di Afrika Timur sebagai praktik yang dilakukan orang-orang Arab adalah pernyataan yang ironis. Abdulaziz menambahkan, Islam tidak meng-Arab-kan Afrika Timur. Sebaliknya, ia melihat bahwa para imigran Arab yang berdagang di pantai Afrika Timur dan segala praktik keislaman pada masa itu di-Afrika-kan dan di-Swahili-kan. 

Hal itu dibuktikan dengan fakta bahwa orang-orang Arab yang masuk ke Afrika Timur akhirnya berbicara, berpakaian, dan makan dengan cara orang Swahili. Dengan demikian, Islam ditegaskan bukan sebagai sebuah agama asing yang masuk ke Afrika Timur, melainkan sebuah agama lokal yang telah lama berkembang di sepanjang garis pantai Swahili, termasuk di Kilwa dan Zanzibar, yang kini menjadi bagian dari Tanzania. 



Disarikan dari Pusat Data Republika



Tanzania, Rumah Muslim Terbesar di Afrika Timur


 Tanzania merupakan sebuah negara di Afrika Timur yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di bagian timur. Ia terbentuk dari penyatuan dua wilayah berdaulat, yakni Tanganyika dan Zanzibar. Tak heran, jika negara itu memiliki daratan terluas di Afrika Timur. Negara itu memiliki tiga kawasan fisiografi, yakni kepulauan dan dataran pantai di sebelah timur, plato pedalaman berbetuk piring, dan sejumlah dataran tinggi.





Negara itu menjadi rumah bagi 13,2 juta Muslim. Menurut data pada Pew Research Center, pada Oktober 2009, populasi pemeluk Islam di Tanzania mencapa 30,2 persen dari total penduduk. Berdasarkan data pada Central Intelligence Agency (CIA), sebanyak 35 persen penduduk di daratan utama Tanzania beragama Islam, 30 persen beragama Kristen, dan 35 persen lainnya menganut kepercayaan animisme.

Sedangkan di Pulau Zanzibar, wilayah yang menyimpan sejarah kesultanan Islam menjelang akhir abad XIX, lebih dari 99 persen penduduknya adalah Muslim. Dalam tulisan bertajuk Muslim University in Tanzania; Combating Discrimination in Their Own Country, disebutkan, Tanzania kerap dianggap sebagai negara Kristen. Padahal, negara tersebut justru menjadi rumah bagi populasi Muslim terbesar di Afrika Timur.

Laman Wikipedia menyebutkan, dari total  pemeluk Islam, sebanyak 80 hingga 90 persen di antaranya merupakan Muslim Sunni, sementara sisanya merupakan keturunan Asia adalah Muslim Syiah. Sebagian besar Muslim Syiah adalah orang-orang keturunan Asia.





International Religious Freedom Report: Tanzania memaparkan bahwa Konstitusi Tanzania memberikan kebebasan beragama. Pemerintah menghormatinya sebagai hak. Namun, sejak setelah 1967, survei agama dihapuskan dari laporan sensus pemerintah sehingga saat tidak ada data yang benar-benar aktual dan akurat diketahui perbandingan jumlah Muslim dan non-Muslim di Tanzania.

Di Kota Morogoro, terdapat sebuah universitas Islam yang hampir separuh dari 1.500 mahasiswanya adalah perempuan muda. Tak diketahui secara jelas apakah mereka Muslim ataupun bukan. Yang jelas, semua mahasiswa perempuan diwajibkan mengenakan kain penutup kepala di lingkungan kampus.

Tentang keberadaan Tanzania, Abdulaziz menekankan perhatian pada situasi beragama di Zanzibar. Dalam Muslims in Eastern Africa-Their Past and Present, Zanzibar digambarkan sebagai sebuah kawasan berpenduduk hampir 100 persen Muslim yang terus menjalankan pengaruh Islam di Afrika Timur sejak awal abad XX.

Di Tanzania, semua hari libur kaum Muslim menjadi hari libur nasional, seperti juga hari-hari libur umat Kristen. Namun, lebih dari itu, di Zanzibar bulan Ramadhan diakui sebagai bulan suci, restoran dan kafe tutup hingga menjelang petang. Hingga menjelang awal abad XXI, merokok, makan, dan minum di jalan atau tempat umum dipandang sebagai perbuatan tabu dan para pemabuk dikenai denda.


Disarikan dari Pusat Data Republika






Jejak Kesultanan Zanzibar

Berbicara tentang Islam di Tanzania berarti membicarakan kesultanan di Zanzibar (sebuah pulau yang kini menjadi bagian wilayah Tanzania). Sebab, Tanzania merupakan gabungan dua wilayah berdaulat, Tanganyika dan Zanzibar.

Keduanya bergabung  pada 1964 dengan nama United Republic of Tanganyika and Zanzibar. Pada tahun yang sama, kedua nama republik tersebut dilebur dan nama kesatuan itu berubah menjadi Republic of Tanzania atau Republik Tanzania.

Tak hanya Kilwa, Zanzibar merupakan sebuah kesultanan Islam yang berdiri menjelang akhir abad XIX. Dalam Countries of the World and Their Leaders (United States Department of States, 1975), disebutkan bahwa Zanzibar memperoleh kemerdekaan dari Kerajaan Inggris sebagai sebuah negara monarki konstitusi pada 10 Desember 1963. Pada 1964 menjadi akhir kesultanan Zanzibar, yang kemudian disusul berdirinya Tanzania pada tahun yang sama.





Adapun Tanganyika merupakan sebuah negara koloni Inggris selama periode 1919 sampai 1961. Dalam bahasa Swahili, "tanga" berarti berlayar dan "nyika" berarti "alam rimba" sehingga Tanganyika adalah "berlayar di alam rimba".

Pada 1961, wilayah tersebut mendapatkan kemerdekaan dari Kerajaan Inggris menjadi sebuah negara republik dengan tetap menjadi negara persemakmuran.


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Taj Mahal Versi Indonesia : Masjid Agung Natuna, Ikon Wisata Religi Kabupaten Natuna






  Yes  Muslim  - Oleh: Karta Raharja Ucu, Wartawan Republika
REPUBLIKA.CO.ID, NATUNA -- Seni, budaya, hingga bangunan bernafaskan Islam masih sangat kental di Kota Ranai di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Perpaduan itu dibalut dengan masih tingginya warga Natuna yang teguh menjalankan ajaran Nabi Muhammad Sallahualaiwasalam. Satu buktinya adalah Masjid Agung Natuna yang berdiri gagah di salah satu wilayah ring satu Pulau Natuna.

Dibangun di atas lahan seluas sekitar satu hektare, Masjid Natuna menjadi ikon wisata religi di salah satu pulau terluar di Indonesia tersebut. Untuk sampai ke masjid yang terlihat mirip Taj Mahal di India, dari Bandara Lanud Ranai membutuhkan sekitar 10 menit berkendara mobil melalui Jalan Datuk Kaya Wan Mohammad Benteng dari arah Kota Ranai menuju Pantai Tanjung.

Jamaah yang baru datang ke masjid itu langsung disambut pemandangan masjid dengan latar belakang bukit hijau. Dua ruas jalan masuk dan keluar selebar lima meter mengapit sungai selebar sepanjang satu kilometer. Refleksi masjid yang terpantul dari genangan air kolam menambah keindahan masjid berkubah warna biru hijau tersebut.



Guna mencari tahu lebih detail, usai menunaikan ibadah Shalat Jumat, saya sempat menemui salah satu imam Masjid Agung Natuna, Ustaz Tjitjo. Di depan mimbar masjid berbahan kayu jati, pria berusia 37 tahun itu merawikan sejarah singkat masjid.

"Masjid ini termegah se-Kepri. Dibangun pada 2007 dan selesai pada 2009," kata Ustaz Tjitjo membuka percakapan, Jumat (5/5) kemarin. "Setelah selesai dibangun, masjid ini lalu diresmikan oleh Bupati Natuna saat itu, Daeng Rusnadi. Presiden Jokowi juga pernah shalat di sini," kata dia.

Masjid ini, kata dia melanjutkan pembicaraan, dibangun memadukan masjid di Cordoba (Spanyol), Masjid Nabawi (Arab Saudi), Taj Mahal (India), dan ukiran khas Turki. "Yang mengurus masjid ini ada Badan Pusat Pengelola Natuna Gerbang utaraku (BP2NGU)," kata pria yang siang itu memakai thawb, gamis khas Timur Tengah dan kopiah putih.

Selain sebagai pusat dakwah, masjid itu menurut keterangan Ustaz Tjitjo juga dimanfaatkan sejumlah event. Seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan lomba tilawah Alquran. "Di belakang masjid ini juga ada Taman Pendidikan Alquran dan Taman Pendidikan Seni Alquran," tutur ayah satu putra tersebut.



Mihrab masjid setinggi 10 meter dengan dilapisi kayu jati dan ukiran kaligrafi dua kalimat syahadat. Dua mimbar berbahan kayu tertata di samping tempat imam memimpin shalat. Sementara ruang utama masjid ditopang dengan enam pilar.

"Enam pilar itu menandakan rukun iman. Sementara konsep masjid ini adalah doa sapu jagat yang melingkupi Komplek 'Gerbang Utaraku', gerakan membangun anak cucu," tutur dia menjelaskan.

Masjid yang dapat menampung sekitar 200 ribu jamaah itu merupakan titik utama dari kompleks Gerbang Utaraku, kawasan yang dipersiapkan sebagai pusat pemerintahan dan bisnis Natuna di wilayah Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna.
Pembangunan nanti dilanjutkan pada proses pembangunan lanjutan tahap I B, pembangunan fasilitas lain akan dilaksanakan, di antaranya pembangunan Masjid Laut, Pusat perekonomian, pasar, terminal, Asrama STAI, Gedung Olah raga, dan lain sebagainya.

Di kesempatan terpisah, saya mengikat janji dengan arsitek masjid, Both Sudargo. Pria berusia 73 tahun itu saya temui di hari yang sama di sebuah kedai kopi. "Masjid agung konsepnya menjadi pusat kota," kata Sudargo bercerita.

Masjid itu, menurut Sudargo berbeda dengan pusat-pusat kota di Indonesia. Di Indonesia umumnya pusat kota adalah pusat pemerintahan, namun di Natuna, pusat kota berupa masjid.
"Jadi Masjid Agung Natuna itu dengan simetris diagonal. Sehingga saya membangun agar orang dengan mudah mengetahui ke mana arah kiblatnya," ucap dia.


Ayah empat anak tersebut melanjutkan, "Orang bilang itu seperti Taj Mahal, sebenarnya dia (Masjid Agung Natuna) lebih anggun dari Taj Mahal. Karena kalau Taj Mahal kan skalanya kecil, kalau ini besar."

Ornamen masjid terinsiprasi dari Alquran yang menjadi sumber segala hukum. Kubah masjid mirip dengan Taj Mahal. Bedanya, Taj Mahal putih bersih, sementara Masjid Agung Natuna berlapis lukisan bintang berkelir hijau dan kuning.

Di siang hari, cahaya matahari menembus dari kaca patri yang ditanam di beberapa sudut kubah dan dinding masjid. Bagian tepi lantai satu dipayungi lantai dua sehingga cukup gelap. Untuk menerangi bagian ini, di atas pintu masuk ada ventilasi yang cukup besar.

Dari segi bentuk, pintu masuk masjid memiliki geometrika lengkung yang bagian atasnya lancip. Memiliki dua pintu utama, tiga pintu di sayap kanan dan kiri pintu utama, serta empat pintu di sisi kanan dan kiri bangunan utama. Semua pintu mengarah ke ruang utama yang disinari cahaya matahari.

Sementara latar belakang mihrab masjid ini terbuat dari bahan kayu dengan lengkungan berdiameter cukup besar. Geometrikanya juga terbentuk dari lengkung atau busur dengan pertemuan lancip di bagian tengah di posisi atasnya. Latar mihrab masjid didesain dengan labirin busur lancip.

"Taman dan jalan sebenarnya belum jadi. Itu baru tahap satu, harusnya tahap berikutnya indah sekali. Bangunannya tidak mencontoh apa-apa. Dalam mendesain sesuatu saya selalu memohon kepada Allah. Maka jadilah masjid tersebut," ucap dia.

Sayangnya, di balik kemegahan masjid, Pemda Natuna belum melakukan perawatan cukup baik. Saya yang sempat berkeliling bangunan masjid menemukan beberapa lantainya terlepas. Langit-langit yang terbuat dari gipsum rusak terkena tetesan air.

Bahkan, saat saya menyempatkan diri Shalat Subuh, masjid gelap gulita. "Pemerintah kurang perhatian. Lihat saja, perawatan sangat kurang, dan banyak lampu yang putus dan tidak diganti sehingga membuat masjid gelap saat malam hari," kata seorang petugas pembersih masjid yang enggan disebutkan namanya.






Pilar dalam penuh lengkungan

sisi sebagian


Tampak dari pintu masuk utama
Shaff perempuan dan lantai dua


Luar biasa


sisi dari bagian laki-laki


1 shaff 180 orang



Lurus... dibawah Gunung Ranai


Sisi sebelah kanan


masih dari sisi sebelah kanan

Salah satu pilar.....



Dari depan samping
Kubahnya mencolok.....


Gerbang... halaman luar untuk latihan paskibraka

beduk nya juga besar, tingginya lebih tinggi dari manusia normal

Salah satu pintu




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



7 Tradisi Unik di Indonesia untuk Menyambut Bulan Ramadhan

  Yes  Muslim  - Dua minggu lagi masyarakat muslim di dunia akan menyambut bulan ramadhan. Bulan paling suci ini selalu disambut suka cita oleh seluruh orang, tidak terkecuali di Indonesia.




Menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia membuat Indonesia banyak memiliki tradisi unik ketika bulan ramadhan tiba. Mulai dari munggahan hingga nyorog, beberapa tradisi tersebut secara turun temurun selalu dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.
Meski memiliki tradisi yang berbeda-beda, namun tujuannya tetap sama, yaitu sebagai bentuk rasa syukur datangnya bulan puasa. Untuk itu lah, kumparan menyiapkan beberapa informasi mengenai tradisi unik ketika menyambut bulan ramadhan. Yuk, simak!
1. Meugang di Aceh




Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Aceh ini berupa kegiatan menyembelih hewan ternak. Biasanya penyembelihan hewan dilaksanakan dua hari menjelang ramadhan. Setelah disembelih, sebagian daging akan dibagikan kepada para tetangga, sementara sebagian lagi disantap bersama keluarga.
2. Nyorog di Betawi




Masyarakat Betawi di Jakarta memiliki tradisi Nyorog dalam menyambut Ramadhan. Tradisi ini dilakukan dalam rangka memperat tali silaturahmi antar keluarga.
Biasanya setiap orang akan membagi-bagikan bingkisan kepada keluarga. Bingkisan tersebut berisi bahan makanan, daging, ikan, dan lain sebagainya.
3. Munggahan di Jawa Barat




Munggahan dilakukan sehari sebelum dan saat hari pertama puasa. Di setiap kota di Jawa Barat memiliki sedikit perbedaan dalam menjalani tradisi ini. Namun, tradisi yang dianggap wajib di Sunda ini memiliki makna yang sama, yaitu berkumpulnya anggota keluarga untuk bersilaturhami, berdoa bersama, dan makan sahur bersama.
4. Balimau di Sumatera Barat




Balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk limau. Hal ini dipercaya masyarakat Sumatera Barat dapat membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Biasanya balimau dilakukan dengan cara berendam atau mandi bersama-sama di tempat pemandian umum, mulai dari matahari terbit hingga terbenam beberapa hari sebelum bulan Ramadhan.
5. Nyadran di Jawa Tengah




Nyadran adalah tradisi pembersihan makam sekaligus ziarah ke makam keluarga untuk mendoakan mereka yang telah meninggal. Nyadran tak hanya dalam bentuk ziarah, tapi juga dilakukan di masjid atau mushala. Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa ini, sudah diwariskan sejak zaman Wali Songo.
6. Dugderan di Semarang




Dugderan merupakan tradisi di mana masyarakat Semarang melakukan festival sebagai tanda akan dimulainya ramadhan. Tradisi ini digelar sekitar satu sampai dua minggu sebelum puasa.
Dugderan kini dikenal sebagai pesta rakyat. Tradisi ini identik dengan dentuman meriam, kembang api, tari japing, arak-arakan, tabuh bedug, dan ritual pengumuman awal puasa. Untuk tetap mempertahankan suasana seperti pada jamannya, dentuman meriam kini diganti dengan petasan.
7. Apeman di Yogyakarta




Tradisi apeman sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Apeman dimuai dengan ziarah terlebih dahulu untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal.
Setelah itu memasak kue tradisional, apem. Dan kemudian dibagikan kepada keluarga serta tetangga. Kue yang terbuat dari tepung beras ini menyimbolkan permohonan maaf atas dosa yang pernah dilakukan.

Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !